Renunganku
Ramadhan, kau adalah bulan yang tiada tanding dibandingkan dengan bulan lainnya
Kau adalah bulan yang sangat mulia diantara bulan yang lainnya
Kau adalah bulan yang sangat dirindukan oleh setiap orang
Kini, kau telah pergi
Serasa baru kemaren ku temui dirimu
Kutundukkan kepalaku
Kucoba renungkan apa yang telah kulakukan pada Ramadhan kali ini
Sungguh…Sungguh naif diri ini
Mengapa aku tak merasa kehilanganmu
Mengapa aku tak merasa sedih berpisah denganmu
Bahkan air mataku pun seakan kering untuk menetes
Oh diriku,
Hanya sebatas ini kah iman yang ada selama ini
Lihatlah mereka yang benar dekat denganNya
Mencucurkan air mata perpisahan
Tak tahu apakah segala ibadah yang dikerjakan diterima Nya
Atau kah malah dosa yang semakin terasa menumpuk
Sadar diri tidaklah akan hidup sepanjang masa
Sadar diri mungkin kah Ramadhan akan datang berjumpa kembali
Semakin dalam ku merenung
Apakah aku masih seperti mereka
Mereka yang masih belum mengerti makna sesungguhanya Ramadhan
Tiap hari hanya menghitung hari kapan Ramadhan berganti Syawal
Perasaan gembira tatkala genderang lebaran berkumandang
Perasaan gembira seperti punya pakaian serba baru
Perasaan gembira bisa seperti dulu lagi tanpa ada pantangan
Apa itu semua
Semua nya hanyalah semu belaka
Ya Robb,
Kumaki diri ini yang telah menyia-nyia kan seruan Mu
Kudjolimi diri ini terus menerus
Kusiksa diri ini tanpa alasan pasti
Nafsu dalam diriku masih belum dapat ku kendalikan
Bahkan setiap saat cenderung berontak tuk taat kepada Mu
Nyatanya Ramadhan tlah berlalu
Kutak mungkin mencegah kepergiannya
Ingin ku menangis seperti mereka yang menangis kepadaMu
Ingin ku bercengkerama seperti mereka yang bercengkerama kepadaMu
Tenang, damai mereka bersama Mu
Dalam renunganku, aku pun ingin seperti mereka yang selalu dekat kepadaMu
Ampuni diri ini dan semoga rahmat Mu masih tercurah padaku untuk kembali ke jalanMu
Bimbinglah juga diri ini dalam setiap langkah dan nafasku
Created by Dafid Apriadi
Kau adalah bulan yang sangat mulia diantara bulan yang lainnya
Kau adalah bulan yang sangat dirindukan oleh setiap orang
Kini, kau telah pergi
Serasa baru kemaren ku temui dirimu
Kutundukkan kepalaku
Kucoba renungkan apa yang telah kulakukan pada Ramadhan kali ini
Sungguh…Sungguh naif diri ini
Mengapa aku tak merasa kehilanganmu
Mengapa aku tak merasa sedih berpisah denganmu
Bahkan air mataku pun seakan kering untuk menetes
Oh diriku,
Hanya sebatas ini kah iman yang ada selama ini
Lihatlah mereka yang benar dekat denganNya
Mencucurkan air mata perpisahan
Tak tahu apakah segala ibadah yang dikerjakan diterima Nya
Atau kah malah dosa yang semakin terasa menumpuk
Sadar diri tidaklah akan hidup sepanjang masa
Sadar diri mungkin kah Ramadhan akan datang berjumpa kembali
Semakin dalam ku merenung
Apakah aku masih seperti mereka
Mereka yang masih belum mengerti makna sesungguhanya Ramadhan
Tiap hari hanya menghitung hari kapan Ramadhan berganti Syawal
Perasaan gembira tatkala genderang lebaran berkumandang
Perasaan gembira seperti punya pakaian serba baru
Perasaan gembira bisa seperti dulu lagi tanpa ada pantangan
Apa itu semua
Semua nya hanyalah semu belaka
Ya Robb,
Kumaki diri ini yang telah menyia-nyia kan seruan Mu
Kudjolimi diri ini terus menerus
Kusiksa diri ini tanpa alasan pasti
Nafsu dalam diriku masih belum dapat ku kendalikan
Bahkan setiap saat cenderung berontak tuk taat kepada Mu
Nyatanya Ramadhan tlah berlalu
Kutak mungkin mencegah kepergiannya
Ingin ku menangis seperti mereka yang menangis kepadaMu
Ingin ku bercengkerama seperti mereka yang bercengkerama kepadaMu
Tenang, damai mereka bersama Mu
Dalam renunganku, aku pun ingin seperti mereka yang selalu dekat kepadaMu
Ampuni diri ini dan semoga rahmat Mu masih tercurah padaku untuk kembali ke jalanMu
Bimbinglah juga diri ini dalam setiap langkah dan nafasku
Created by Dafid Apriadi

2 Komentar:
Aloww.,. Tenkyu yah dah mampir... Met kenal..
Oleh
Na, Pada
11 November 2008 pukul 16.51
klo lg ingt dosa bawaannya emang pngn garuk2 tanah.hehhehee
Oleh
Cupep, Pada
1 Desember 2008 pukul 18.25
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda